SUBENTTING DAN NETWORK CONNECTION

 

Subnetting dan Network Connection


Subnetting

Subnet awalnya dirancang untuk mengatasi kekurangan alamat IP melalui Internet. Teknik ini bisa memecah network terlalu besar dan ribet menjadi network kecil-kecil dengan nama baru yang lebih mudah diatur. Subnetting ini sayangnya tidak bisa asal digunakan. Subnetting hanya cocok untuk dilakukan pada IP Address kelas tertentu. Pengertian subnetting adalah strategi yang digunakan untuk memisahkan satu jaringan fisik menjadi lebih dari satu sub-jaringan logis yang lebih kecil (subnet). Alamat IP mencakup segmen jaringan dan segmen host.

Subnet dirancang dengan menerima bit dari bagian host alamat IP dan menggunakan bit-bit ini untuk menetapkan sejumlah sub-jaringan yang lebih kecil di dalam jaringan asli. Teknik subnetting membuat skala jaringan lebih luas dan tidak dibatasi oleh kelas-kelas IP (IP Classes) A, B dan C yang sudah di atur. Dengan subnetting, maka kita bisa membuat network dengan batasan host yang lebih realistis kebutuhan Subnetting menyediakan cara yang lebih fleksibel untuk menentukan bagian mana dari sebuah 32 bit IP address yang mewakili network ID dan bagian mana yang mewakili host ID. Dengan kelas-kelas IP address standar, hanya 3 kemungkinan network ID yang tersedia : 8 bit untuk kelas A, 16 bit untuk kelas B dan 24 bit untuk kelas C.

Network Connection

Network Connections adalah folder dimana kamu bisa melihat seberapa banyak jaringan yang pernah kamu gunakan atau miliki di komputer kamu/Koneksi pada jaringan Ketika kamu menginstall network adapter.

Contoh soal :

1. Hitunglah jumlah Subnet 192.168.10.0/26

2. Buatlah Rincian tiap-tiap subnet (Alamat network, host pertama dan terakhir, alamat broadcast)

3. Terapkan dalam topologi berikut, dan lakukan pengujian.

Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada oktet terakhir subnet mask (2 oktet terakhir untuk kelas B, dan 3 oktet terakhir untuk kelas A). Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet

Jumlah Host per Subnet = 2y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada oktet terakhir subnet. Jadi jumlah host per subnet adalah 26 – 2 = 62 host

 

Blok Subnet = 256 – 192 (nilai oktet terakhir subnet mask) = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.

Bagaimana dengan alamat host dan broadcast yang valid? Kita langsung buat tabelnya. Sebagai catatan, host pertama adalah 1 angka setelah subnet, dan broadcast adalah 1 angka sebelum subnet berikutnya.

Alamat Network

192.168.10.0

192.168.10.64

192.168.10.128

192.168.10.192

Host Pertama

192.168.10.1

192.168.10.65

192.168.10.129

192.168.10.193

Host Terakhir

192.168.10.62

192.168.10.126

192.168.10.190

192.168.10.254

Broadcast

192.168.10.63

192.168.10.127

192.168.10.191

192.168.10.254

 

Membuat Topologi pada Cisco Packet Tracer

Buatlah topologi yang terdiri dari 4 subnet, lalu koneksikan PC ke swicth menggunakan kabel LAN straight


Setelah itu isikan IP pada masing-masing PC

Ini hasil jika memiliki subnet yang sama :


Ini hasil jika memiliki subnet yang berbeda :


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Laporan Praktek Jaringan Komputer Peer To peer

TUGAS SUBNETTING VLSM METHOD

Identifikasi Perangkat Komputer